Sebelum kita melakukan perjalanan, ada baiknya -sangat dianjurkan- untuk mempersiapkan segala sesuatunya sedari lama, minimal H-7 sebelum keberangkatan. Entah itu mempersiapkan pakaian, uang, dokumen-dokumen penting, segalanya deh! Mau pake tas apa, bawa kantong plastik kah, apapun. Meskipun kamu punya skill packing yang tinggi, tetap saja, yang namanya manusia kan bisa lupa. Setidaknya, kamu punya daftar checklist apa saja yang mesti dibawa.

Saya sendiri kalau melakukan perjalanan, sudah ‘riweuh’ (ribet,rusuh) dari jauh-jauh hari. Entah itu dari menyiapkan dokumen-dokumen perjalanan, memikirkan baju apa saja yang harus dibawa, berapa baju yang mesti dibawa, segalanyaaaaaa! Sampe orang rumah kadang suka bingung sendiri, perginya masih lama, udah riweuh dari sekarang. Apalagi kalau pergi sama teman-teman, saya sibuk nanya ini-itu bawa apa aja, padahal sebenarnya saya sudah tau apa saja yang mesti dibawa.

Jadi, ada suatu hari, di mana saya mesti-harus-banget pergi ke Lombok, awal perjalanan menuju Pulau Komodo. Perjalanan tersebut sudah direncanakan dari setahun yang lalu, kalau gagal pergi, bisa masuk rumah sakit jiwa!!

Saya sebenarnya sudah menyiapkan segala halnya, mulai dari minjem tas orang. Maklum, perjalanan ini memakan waktu 12 hari. Semuanya lengkap. Saya sudah cek H-1 sebelum berangkat, semuanya lengkap! Mesen tiket travel buat ke bandara, sudah. Perlengkapan perang seperti kamera, makanan kecil, obat-obatan, sudah. Uang, sudah. Peta perjalanan, sudah. Saya anggap sudah lengkap semuanya deh! Karena saya pun bikin daftar checklist barang bawaan apa saja yang mesti dibawa.

Setelah melawan macet dari kampus menuju rumah agar tepat sampai di travel menuju bandara, akhirnya saya pun tenang sambil merasa waswas karena 5 menit lagi, menurut jadwal, bis akan berangkat. Untunglah saya tinggal di Indonesia, *if you know what I mean* :)

Setibanya di pool travel, saya mengingat-ingat lagi barang bawaan, tas dibuka dan dicek kembali, LENGKAP! Namun, tiba-tiba, saya merasa ada yang ketinggalan, mengerahkan daya ingat, ternyata, TIKET PESAWAT ketinggalan. Untungnya, zaman teknologi canggih, dan tiketnya berupa elektronik. Kalau ga nyebutin nomer booking, ya minta ke counter airlinesnya, minta print.

Pesawat take off jam 8, sedangkan jam 5 saya masih di jalanan Jakarta yang MACET! Siapa yang ga panik? Dengan keadaan harap-harap cemas, jam 6 akhirnya sampai juga di terminal 1 Bandara Soetta. Saya masih santai-santai cari travel buat pacar pulang ke Bandung, dan sempat makan dulu. Kemudian dengan PEDEnya saya masuk ke counter check-in setelah cipika-cipiki perpisahan sama pacar.

‘Maaf, mbak, udah ga bisa masuk, pesawat udah boarding,coba mbak ke ticketing dulu, siapa tau bisa diurus’, ucap petugas check-in.

SAYA langsung shock setengah mati!!! Petugas ticketing yang melayani saya kebetulan cowok, dan memang yang nongkrong di situ cowok semua. Saya disuruh menunggu di lounge airlines. Dia berusaha agar saya masih bisa masuk ke pesawat, karena mungkin dia kasian ngeliat saya bawa ransel gede-gede, sendirian, perempuan pula.

‘Mbak, sendirian?’ tanya petugas. ‘Iya, mas’, jawab saya. ‘Kalau ga bisa hari ini gimana, mbak? Soalnya tiket udah pada sold out sampe hari Senin’, ujar petugas. ‘Waduh, mas. Saya harus pergi banget ini, bisa kacau nanti kalau saya ga pergi, secepatnya sih besok pagi kalo ga bisa hari ini’, kata saya padanya dengan muka memelas sambil bersujud *lebay* ‘Yaudah, mbak. Tunggu sebentar, ya. Saya usahakan carikan dulu. Saya kasian sama mbak nih sendirian cewek pula’, kata masnya. ‘Iya mas bawel, gw butuh tiket!!’, ujar saya dalam hati.

MENNN!!! Mendengarnya pun ga sanggup, apalagi membayangkan saya mesti balik lagi ke Bandung terus baru ke Lombok hari Senin, sedangkan saya berangkat sailing ke Komodo itu hari Senin. Terbayang wajah teman-teman yang sudah berada duluan di Lombok sedang asik-asikan menikmati Lombok tanpa saya,  orangtua yang sudah membelikan saya tiket pesawat untuk hari itu juga, masa harus keluar duit lagi, sempat terpikir untuk batal ke Komodo, dan pacar saya yang udah rela-rela nganterin sampe bandara, sedih loh bener sedih banget membayangkannya :(

Saat itu, saya hanya bisa diam, bengong, terpaku, entahlah, kosong banget isi pikiran!! Cuman bisa ketawa-ketiwi ditelpon orangtua ketika mereka mengetahui kabar tersebut. Pacar pun ngamuk-ngamuk. Waktu demi waktu ku menunggu di lounge, tiada kabar bagus menghampiri sampai pada akhirnya petugas ticketing menghampiri saya.

‘Mbak, ini ada tiket besok pagi, ternyata masih ada kursi kosong, yang lain juga pada minta tiket, tapi ga saya kasih, 1jt-an ini harganya, tapi buat mbak, saya kasih gratis aja, kasian saya sama mbak, paling kalau mau kasih tips aja ke ticketing’, kata mas ticketing.

Berasa kejatuhan kentang MekDi yang banyak dari langit, ENAAAKK!! Sebelum dia ngasih tiket gratis, saya pun sempat searching tiket ke Lombok,karena rada ga percaya sama omongannya yang ‘tiket sold out’, tapi bener pada SOLD OUT semua. Ternyata Lombok memang jodoh saya.

Saya pun berangkat ke Lombok keesokkan harinya setelah menginap di rumah sepupunya pacar saya. Huhuu, kalau pacar saya keburu pulang ke Bandung, saya luntang-lantung sendirian deh di bandara.

HELLO, Lombok 

JADI, HIKMAHNYA, BERDOA SEBELUM MELAKUKAN PERJALANAN. Sudah, cukup, itu saja.

Way of Travel

Posted: March 18, 2012 in Opinion
Tags: ,

Way of Travel

I got this photo by searching from Google. It’s really inspiring. ‘A way of travel, not a destination’. I agree with it. I remembering the way everytime I travel. Whether it’s a low-budget or high-budget. We can get so many experiences with the way we travel :)

Here is one of komodos I took a picture of in Komodo National Park (Komodo Island+Rinca Island). I can’t describe it how it feels to get closer to the Komodo Dragon. Hahahaha!


This picture I took in Gili Trawangan, a small island in West Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. When I was in the boat to Gili Trawangan, a rainstorm crashed! I felt so afraid that time, beside I am a little bit hate sea travel, there was a feeling that I am going to die at that time hahaha! In Gili Trawangan, I didn’t feel like I am the ‘owner’ of the island. The island is full of foreign tourist hahaha. Small number of local people or local tourists. There are 3 famous Gili in Lombok, which is Gili Trawangan (the biggest island), Gili Meno, Gili Air. Unfortunately, I didn’t hop to the two others island because of I woke up late and missed the boat to Gili Air and Gili Meno. Hahaha.

However, you haven’t visit Lombok if you’re not visiting Gili Trawangan!

You can fly from Jakarta to Lombok with Garuda Indonesia, Lion Air, and Batavia Air.

If you’re going to have a road trip, you can start from Jakarta to Banyuwangi (Surabaya, East Java), continue to Ketapang harbor crossed to Gilimanuk harbor. In Gilimanuk, you’ll be identity checked, so prepare your identity card. From here, you can continue the journey to Padang Bai harbor crossed to Lembar harbor in Lombok. If you’re looking an easy way, go find travel agency that offer package to the Gilis from Bali or Jakarta :)

From my experience, it is very hard to find public transportation in Lombok (except Taxi). But, people here are so helpful, you can ask them.

When I was in Gili Trawangan, I stayed at Emalia Homestay. The price range is from Rp100.000-250.000 in low season. The homestay is located near the pier, and it’s just a step away to the hawker centers and food.

You can along the coast on foot or rent a bicycle. It’s a great spending time there.

Happiness

Posted: November 28, 2011 in Untitled
Tags: ,

This year I’m gonna be 21 ! Getting old for me isn’t a good thing. More responsibility.

And the more important thing is : NO MORE GALAU. Hahaha. Hari ini, saya tidak sengaja membuka account Facebook lama. Dulu, account itu fungsinya untuk sembunyi-sembunyi ‘berhubungan’ sama seseorang. Intinya, jauh dari deteksi keluarga :P

Setelah melihat ‘keseluruhan’ account tersebut, saya geli sendiri. Banyak status yang menunjukkan bahwa ‘woi nih gw galau’. Membacanya kembali membuat saya agak jijik sendiri. Ketawa sendiri mengingat kebodohan-kebodohan masa lalu. Sekarang, saya berpikir sendiri, kenapa dulu begitu amat yak?!

Mayoritas sumber galau, karena hal dalam menjalin kasih *halah*

Sungguh, setelah mereview account lama tersebut, sekarang saya sangat bersyukur. Karena sekarang, saya mempunyai seseorang yang much better than before. Ga pernah tuh (atau mungkin belum) dia bikin galau. Mungkin pernah, tapi ga segalau yang telah lalu :P

I don’t know how much words can describe what I feel about him. It won’t be enough to be described with words. I just Thank God that He give me a chance for having such a good guy like him. Yah, meskipun memang kadang dia menyebalkan, tapi dia lebih banyak bikin saya tertawa. Hidup penuh warna deh! I swear I’ll do my best to not make him disappoint and regret!

Ohya, ada yang bikin galau dari dia. Perbedaan. Entah itu agama atau umur. Tapi sepenuhnya saya tidak peduli untuk saat ini. Let it flow. Walau saya jarang beribadah, I believe in God that He knows the best for us, and He will lead us to the best way. Ada sesuatu di balik semua ini.

Thank you for all your kindness. My happiness is in you, and my happiness is you.  I know you’re not perfect, I love you just the way you are, flaws and all. I love it when you make me smile without trying.

People fall in love not knowing why or how. It’s a very special feeling that it doesn’t require any answer. You just love no matter how stupid you become. But no regrets. It is just I look at you and I see the kind of person I want to share my life with.

Every day we meet, I still miss you! Hahaa!

I don’t even know how, I don’t even know why, I love you, Abel Onassis Manoppo :)

What If ?

Posted: November 27, 2011 in Opinion

When it comes to relationships people are always so scared of the what-if’s that they forget the what-is
They spend so much time thinking, ‘What if I get hurt?’ and ‘What if it doesn’t work out?’ that they stop thinking about that things that are already real
They forget the feeling they get when the person they love walks into the room and the excitement that rushes through them when the phone rings because it might be the person they are waiting to hear from
Never let the fear of what-ifs stop you from letting yourself take a chance on love
Because “what if” this is the person you’re destined to spend the rest of your life with?

20111114-075909.jpg

This photo taken at Bird Park in Taman Mini Indonesia Indah. He’s so cute! I love the colour of its fur. Bright colour!